aib dalam islam

Hukum Menyebarkan Aib Dalam Islam

Aib Dalam Islam – Dienul islam sangatlah indah, karena tidak ada satu agama pun yang memerintahkan para penganutnya untuk menjaga aib sesama saudaranya. Hal ini merupakan kebiasaan buruk yang jika dilakukan akan membawa dampak kepada seorang yang membuka aib saudaranya di dunia dan diakhirat.

Sahabat bunda, Banyak sekali dalil yang memerintahkan umat islam untuk menjaga aib saudaranya. Dalam artikel ini akan di jelas tentang pengertian, dalil dan balasan membuka aib orang yang menceritakan aib saudaranya.

Baca Juga : Doa Nabi Adam Dan Istri-nya

Pengertian Aib Dalam Islam

Ditinjau dari segi bahasa, aib memiliki makna cacat atau kekurangan. Bentuk jamak dari kata Aib adalah uyub. Sesuatu yang memiliki banyak kekurangan dalam bahasa arab disebut dengan ma’ib.

Menurut Sebagian ulama yang bermazhab kepada Imam Hanafi menjelaskan Aib memiliki pengertian:

مَا يَخْلُو عَنْهُ أَصْل الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ مِمَّا يُعَدُّ بِهِ نَاقِصًا

yang artinya : Suatu bagian yang tidak ada dari asal penciptaanya dan hal tersebut dianggap sebagai suatu bentuk kekurangan. (Al-Hasfaki, ad-Dur al-Mukhtar, Dar al-Fikr, Beirut)

Jika kita bahasakan aib adalah sebuah cela atau kondisi seseorang yang diliat dari sisi keburukan atau hal yang tidak baik tentang seseorang. Perbuatan membicarakan keburukan seseorang tanpa sepengetahuan saudaranya disebut dengan perbuatan ghibah.

Baca Juga : Zalim Dalam Islam

Aib seorang muslim harus dijaga karena jika aib tersebut diketahui orang lain, akan menyebabkan orang tersebut menjadi malu berlebihan. Bahaya-nya rasa tersebut akan menyebabkan psikologi seseorang menjadi sedikit rusak.

Hukum Menyebarkan Aib Seorang Muslim

Ditinjau dari segala aspek menyebarkan Aib dalam islam sangatlah dilarang. Dalam Al-qur’an Allah Subhanahu wata’ala menjelaskan dalam surat Al-Hujurat ayat 12 yang berbunyi :

ayat al-quran tentang aib
bundaaisyah.com

Dalam ayat tersebut dikatakan bahwasanya kita sebagai umat islam dilarang untuk saling membenci dengan cara menggunjing ataupun mencari-cari kesalahan seseorang. Yang mana belum tentu orang yang dibicarakan meridhoi dan tidak ingin berita tersebut diketahui orang lain.

Perintah ini dipertegas oleh baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam melalui sebuah hadits yang artinya :

“Wahai orang yang beriman dengan lisannya, tetapi tidak beriman dengan hatinya. Janganlah kamu mengumpat kaum muslimin dan janganlah mengintip aib mereka, maka barang siapa yang mengintip aib saudaranya, niscaya Allah akan mengintip aibnya dan siapa yang diintip Allah akan aibnya, maka Allah akan membuka aibnya meskipun dirahasiakan di lubang kendaraannya.” (HR. at-Tirmidzi)

Layaknya aurat yang harus dijaga, Aib tidak boleh ditampakan dan diketahui orang lain. Entah dengan terang-terangan maupun dengan mengkritik atau membicarakan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang bersangkutan (Ghibah). Hal ini juga termasuk kedalam salah satu perbuatan bernilai dosa besar.

Banyak ulama yang berpendapat Aib merupakan sebuah sifatnya atau kekurangan yang Allah berikan kepada manusia, yang mana manusia sendiri tidak bisa menolak kuasa tersebut. Dengan kata lain menyebarkan dan membicarakan kekurangan tersebut sama saja dengan menghina menghina Penciptanya yang Allah subhanahu wata’ala berikan. (Imam al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin).

Balasan Membuka Aib Orang

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda :

hadits nabi tentang aib
bundaaisyah.com

Sahabat bunda, bayangkan jika rasa malu di dunia ketika aib kita tersebar sudah begitu dasyat rasanya, apa lagi di akhirat yang mana semua manusia dan jin dikumpulkan. Bayangkan jika keburukan yang kita miliki diketahui oleh seluruh manusia dan jin, akan sedahsyat rasa yang kita miliki saat itu ?.

Sebagai makhluk kita juga memiliki aib yang harus dijaga, jika kita ingin Allah subhanahu wata’ala memberikan jaminan untuk menutup aib kita di dunia maupun di akhirat. Maka selayaknya kita harus bisa merahasiakan aib kita sendiri dan menjaga aib orang lain dan tidak menyebarkannya.

Hikmah Menutupi Aib Seorang Muslim

Hikmah di haramkannya seorang muslim untuk membicarakan aib saudaranya adalah sebagai pengingat untuk kita dupsys mengambil pelajaran dari apa yang kita lihat dari aib saudara kita. Dengan demikian semestinya kita menutup dan menjaga aib saudara kita.

Seandainya perbuatan dosa bisa mengeluarkan bau busuk dan kita semua bisa mencium bau tersebut, mungkinkah dosa yang kita miliki ini memiliki bau yang lebih busuk dibanding dengan orang yang kita sebarkan aibnya ? Karena Allah memiliki sifat rahman ia sudah menutup aib kita.

Baca Juga : Hadits Menjaga Lisan

Allah subhanahu wata’ala sudah menutup aib umat Nabi Muhammad. Maka apa yang kita rahasiakan ditutup oleh Allah, jangan sampai kita buka begitu saja. Karenanya, jika kita melihat aib pada diri seseorang, jangan kita merendahkan dan menyebarkan aib tersebut.

Jika mungkin kita masih mengiginkan sifat rahman allah dalam hal menutupi aib. jika kita tidak bisa menjaga hal tersebut maka bersiaplah Allah akan membuka aib kita di dunia dan di akhirat.

Mungkin kami cukupkan pembahasan Pengertian Aib Dalam Islam dan Balasan membuka aib orang lain. Jika Ada kebenaran itu datangnya dari Allah. dan jika ada salah datangnya dari penulis. Mohon maaf jika ada hal yang kurang berkenan. Sekian dan terimakasih banyak 😀

5 pemikiran pada “Hukum Menyebarkan Aib Dalam Islam

Tinggalkan komentar