Hadits Menjaga Lisan : Berkata Baik Atau Diam

Berkata Baik Atau Diam – Menjaga lisan dalam islam sangatlah ditekankan karena sagat kuat berkaitan dengan akhlak. Banyak sekali dalil dari Al-quran, hadits rasulullah, ataupun perkataan sahabat dan para ulama yang menjelaskan perkara menjaga lisan ini.

Dalam hadits arbain ke 15 karangan Imam An-Nawawi yang berbunyi :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ جَارَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

[رواه البخاري ومسلم]

Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)

Pada artikel ini kami hanya akan membahas poin pertama yang terdapat pada harits diatas yaitu tentang berkata baik atau diam. Mungkin untuk poin ke 2 dan ke 3 kami akan membahasnya dalam artikel lain-nya.

Baca Juga : Meninggalkan Hal yang Tidak Bermanfaat

Penjelasan Ulama Tentang Menjaga Lisan

Didalam Syarah hadits arbain Imam An-Nawawi rahimahullah menyebutkan bahwasanya Imam Syafi’i rahimahullah berkata : “hendaknya Sebelum seseorang ingin berbicara ia pikirkan terlebih dahulu. Jika yakin dalam ucapannya tidak merugikan, Maka ucapkanlah. Jika ia ragu dalam ucapannya terdapat madharat, maka tahanlah untuk tidak diucapkan.”

Allah subhanahu wata’ala berfirman dalam Al0-quran surat Al-Ahzab ayat ke 70 sampai 71 yang artinya, :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”

(QS. Al Ahzab [33] : 70-71).

Sahabat bunda, beberapa hal yang perlu kita bersama ketahui dan kita pahami bahwa tak ada satu katapun yang kita keluarkan dari lisan kita kecuali Allah subhanahu wata’ala pasti mendengarnya. Dan tak ada satu kata pun yang sudah kita ucapkan kecuali akan dipertanggung jawabkan kelak hadapan Allah.

Sebagai seorang muslim kita harus senantiasa berusaha menjaga lisan untuk tidak mengatakan kebohongan atau hal yang sia sia. Karena sangatlah beruntung orang yang senantiasa menjaga lisan-nya kecuali hanya untuk mengatakan kebaikan dan kebenaran.

Salah satu indikator baiknya seorang muslim bisa kita lihat dari dua hal yaitu, AKHLAK-nya dan LISAN-nya. Hal ini berdasarkan sebuah hadit yang diriwayatkan Muslim yang berbunyi :

إِنَّ رَجُلاً سَأَلَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيِّ الْمُسْلِمِيْنَ خَيْرً قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Siapakah orang muslim yang paling baik?’ Beliau menjawab, ‘Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya.”

(HR.Muslim, No. 64)

Sahabat bunda, Sesungguhnay kualitas seseorang bisa kita nilai dari ucapan-nya. Apa yang diucapkan seseorang menunjukkan bagaimana kepribadian-nya secara keseluruhan.

Jika kita ibaratkan seperti teko minuman,yang mana ia hanya akan mengeluarkan isi yang terdapat didalamnya. Maka gambaran sederhananya, jika seserang banyak berkata bohong, kasar, dan kotor. sesungguhnya orang tersebut sedang menjatuhkan dirinya sendiri.

Baca Juga : Aisyah RA

Kata dan Kalimat yang sudah diucapkan melalui lisan, bagaikan anak panah yang sudah lepas dari busurnya. Mereka tak bisa ditarik lagi. jika sudah tertancap, maka akan sulit dicabut, Walau bisa pasti akan meninggalkan bekas.

Oleh karenanya, sebagai seorang muslim hendaknya kita lebih berhati-hati dalam berkata. Berusaha mengurangi perkataan yang tidak perlu, hindari pembicaraan yang tak karuan melanturnya, dan juga tidak melebih lebikan cerita yang nantinya akan menjadi dusta.

Berkata baik atau diam merupakan pilihan yang harus kita pertimbangkan disetiap kita ingin mengatakan sesuatu. Tempat, situasi, dan dengan siapa kita berbicara juga harus kita perhatikan untuk lebih menjaga lisan ini dari mengucapkan hal-hal yang kurang bermanfaat.

Keutamaan Menjaga Lisan

Hendaknya kita sebagai seorang muslim harus bersungguh-sungguh didalam menjaga lisan. Berkata baik atau diam juga merupakan hal yang harus kita pertimbangkan sebelum mengucapkan sesuatu. Ada beberapa keutamaan yang akan kita dapatkan jika kita bersungguh-sungguh didalam menjaga perkara ini.

Beberapa keutamaan yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam janjikan kepada umatnya yaitu :

1. Mendapatkan Kedudukan Islam Paling Utama

Jika kita lihat hadits no. 64 diatas yang diriwayatkan oleh muslim, bahwasanya muslim yang senantiasa menjaga lisannya adalah mereka orang yang paling baik kedudukannya. Dengan lisan-nya ia menebarkan kebaikan dan kasih sayang kepada orang orang terdekatnya.

Muslim yang baik bukanlah mereka yang suka membuat onar, dan mengganggu ketenagan orang lain. ia senantiasa menjaga perangainya untuk tidak menlukai orang lain walau hanya dengan kata-katanya. Ia akan berhati hati dan berpikir sebelum bertindak, supaya apa yang ia lakukan tidak mencederai hati ataupun fisik orang yang ada disekitarnya.

2. Mendapat Jaminan Masuk Surga

Salah satu jaminan yang diberikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada orang yang senantiasa menjaga lisan-nya adalah jaminan masuk surga. Dalam sebuah hadits yang disampaikan Sahl bin Sa’id radhiallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ يَضْمَنَّ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barang siapa bisa memberikan jaminan kepadaku (untuk menjaga) sesuatu yang ada di antara dua janggutnya dan dua kakinya, kuberikan kepadanya jaminan masuk surga.”

(HR. Al-Bukhari hadits no.6474)

3. Diangkat Derajatnya oleh Allah.

Diantara anugrah besar yang Allah berikan kepada manusia adalah lisan. Dengan lisan seseorang bisa mengungkapkan semua yang ada didalam hati dan pikirannya. Sebagai seorang muslim wajib bagi kita mensyukuri nikmat ini dengan melakukan kebaikan yang Allah perintahkan.

Dengan lisan yang Allah berikan, seorang hamba bisa mendapatkan pahala dan Allah akan mengangkat derajatnya dengan dzikir. Namun sebaliknya, Seorang hamba bisa terjerumus kedalam jurang neraka apabila lisan-nya ia gunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam . bersabda yang artinya:

“Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah ridhai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu, ternyata dengan kata tersebut Allah mengangkatnya beberapa derajat. Dan sungguh seorang hamba mengucapkan suatu kata yang Allah murkai dalam keadaan tidak terpikirkan oleh benaknya, tidak terbayang akibatnya, dan tidak menyangka kata tersebut berakibat sesuatu ternyata karenanya Allah melemparkannya ke dalam neraka Jahannam.”

(HR. Al-Bukhari).

4. Allah Akan Menutupi Aib Kita

Membicarakan kejelekan, kekurangan dan keburukan orang lain tanpa sepengetahuan orang yang dibicarakan merupakan hal yang dilarang didalam islam. Karena dampak dari perbuatan ghibah akan merusak citra seseorang dimata publik.

Allah akan senantiasa menjaga aib seseorang yang lebih memilih berkata baik atau diam. Seorang muslim merupakan saudara bagi muslim lainnya. Karenanya kita harus senantiasa menjaga kehormatan saudara kita dan tidak menjelekan-nya dimata publik.

Untuk Pembahasan lengkapnya kamu bisa membuka artikel kami tentang hukum menyebarkan aib dalam islam.

Mungkin sampai disini pembahasan kita mengenai hadits menjaga lisan berkata baik atau diam. Mudah mudahan Allah senantiasa menjaga lisan kita dari membicarakan hal hal yang tidak baik. Kurang lebihnya mohon maaf, sekian dan terima kasih banyak atas waktunya. 😀

5 pemikiran pada “Hadits Menjaga Lisan : Berkata Baik Atau Diam

Tinggalkan komentar