Pengertian Zalim Dalam Islam Serta Doa Orang Terzalimi

Zalim dalam islam – Menempatkan sesuatu tidak pada tempat-nya merupakan pengertian sederhana dari zalim. Namun sebenarnya pengertian zalim sangatlah luas serta memiliki dampak merugikan bagi yang melakukannya serta orang-orang terdekatnya.

Sebagai seorang muslim, penting bagi kita memahami secara benar apa makna dari perbuatan Zalim supaya kegiatan rutinitas yang kita lakukan tidak tergolong perbuatan zalim dalam islam.

pengertian zalim

Kata zalim dalam islam berasal dari bahasa Arab yaitu (tulisan adab) “Dho la ma” yang memiliki makna gelap. Namun secara istilah perbuatan zalim adalah perbuatan yang melanggar hak dan ketentuan yang ditetapkan dalam al-quran dan sunnah. sederhananya perbuatan zalim merupakan kebalikan dari peruatan Adil.

Baca Juga : Menjaga Lisan

Dalam Al-quran terdapat kata baghy yang maknanya hampis sama seperti kata zalim. Namun Makna kata zalim lebih luas cakupannya jika dibandingkan kata baghy. karena kata baghy maknanya digantungkan dengan kata yang disandarkan.

Perbuatan zalim menurut islam memiliki beberapa tingkatan yang tingkatan tertingginya adalah SYIRIK. Perbuatan zalim sangatlah identink dengan perbuatan hina dan keji, yang mana perbutan tersebut sangat bertentangan dengan fitrah yang Allah subhanahu wata’ala berikan kepada manusia.

Kalimat zalim juga bisa digunakan dan disematkan sebagai bentuk dari sifat bengis, tak berperikemanusiaan, gemar melihat orang lain menderita, suka melakukan kemungkaran, ketidak adilan, dan sifat-sifat lain melampaui batas berdasarkan pengertian zalim itu sendiri.

Arti Zalim Berdasarkan Al-Quran

Arti perbuatan Zalim sangatlah lua, dalam Al-Quran sendiri, ada beberapa ayat yang menjelaskan tentang pengertian zalim. Yang mana terdapat beberapa jenis perbuatan zalim, Diantara ayat yang menyebutkan pengertian zalim adalah:

  • Dalam surat Huud ayat ke 101 dan surat Al-Baqarah, diterangkan bahwasanya manusia yang menyembah bukan kepada selain Allah mereka adalah orang yang zalim.
  • surat Al-Kahf dalam ayat 18-28 yang menceritakan tentang keangkuhan kaum quraisy dan menolak dakwah nabi. Artinya zalim dalam ayat tersebut merupakan sifat keangkuhan terhadap kekafiran dan memusuh dakwah islam.
  • Dalam surat Al-Maaidah ayat 47, arti kata zalim adalah mereka yang suka merugikan orang lain demi kepentingannya dan mereka yang ssuka menuruti amarah atau hawa nafsu.
  • surat Al-Ankabuut ayat 46, orang zalim dalam islam yaitu mereka yang suka membantah meskipun sudah diberikan penjelasan dan keterangan kepadanya menggunakan cara paling lembut, serta tetap mengutamakan permusuhan.
  • Menurut surat Al-Anbiyaa ayat 13, orang zalim itu ketika merasakan azab dari Allah akan melarikan diri, kemudian orang yang beriman pun mengatakan pada orang zalim secara mencemooh supaya mereka pun di tempat yang semula serta menikmati semua kelezatan hidup seperti biasanya dengan menjawab semua pertanyaan yang dihadapkan untuk mereka.

Baca Juga : Muslim yang Baik

Larangan Berbuat Zalim Dalam Al-quran

Ada banyak sekali ayat didalam Al-qur’an yang menjelaskan tentang larangan berbuat zalim. diantaranya terdapat pada surat QS. Ash-Shuraa ayat 39 sampai dengan ayat ke 43 yang berbunyi :

وَٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَابَهُمُ ٱلْبَغْىُ هُمْ يَنتَصِرُونَ  ٣٩ وَجَزَٰٓؤُا۟ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا فَمَنْ عَفَا وَأَصْلَحَ فَأَجْرُهُۥ عَلَى ٱللَّهِ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلظَّٰلِمِينَ ٤٠  وَلَمَنِ ٱنتَصَرَ بَعْدَ ظُلْمِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ مَا عَلَيْهِم مِّن سَبِيلٍ ٤١  إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَظْلِمُونَ ٱلنَّاسَ وَيَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ ٤٢ وَلَمَن صَبَرَ وَغَفَرَ إِنَّ ذَٰلِكَ لَمِنْ عَزْمِ ٱلْأُمُورِ  ٤٣

Dan ( bagi) orang-orang yang apabila mereka diperlakukan dengan zalim mereka membela diri (39) Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa, maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang zalim. (40) Dan sesungguhnya orang-orang yang membela diri sesudah teraniaya, tidak ada satu dosapun terhadap mereka. (41) Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih. (42) Tetapi orang yang bersabar dan memaafkan, sesungguhnya (perbuatan) yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan. (43)

Hadits Tentang Zalim

Dalam kitab hadits arbain karangan imam nawawi terdapat dua hadits yang melarang kita untuk berbuat kezaliman. Hadits yang pertama terdapat pada hadits nomer 24 dan yang selanjutnya terdapat pada nomer 32. Dalam hadits ke 24 berisi tentang larangan berbuat zalim dalam sekala besar.

Kamu bisa melihat hadits tersebut dengan mengklik disini.

Dan hadits yang ke 32 adalah larangan berbuat kezaliman terhadap diri sendiri dan orang lain. Hadist tersebut bisa kamu lihat sebagai berikut :

عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ سعْدُ بْنِ سِنَانِ الْخُدْرِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلَّمَ قَالَ : لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ

Dari Abu Sa’id, Sa’ad bin Sinan Al Khudri radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : “Tidak boleh melakukan perbuatan (mudharat) yang mencelakakan diri sendiri dan orang lain“

(Hadits hasan diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Daruqutni)

Doa Orang Terzalimi

Dalam sebuah hadits yang di riwayatkan oleh imam At-tirmidzi dijelskan bahwasannya ada 3 golongan orang yang doa-nya tidak akan Allah Tolak yaitu Orang yang sedang berpuasa sampai waktu berbuka, Seorang pemimpin yang adil dan yant terakhir adalah orang yang terzalimi.

Bacaan Doa Orang Terzalimi

Pada dasarnya, Orang yang terzalimi dan dianiaya diperbolehkan baginya membela diri salah satu dengan cara mendoakan keburukan bagi orang yang sudah menzaliminya. Namun sebagai seorang muslim kita harus mengingat firman Allah dalam surat An-nisa ayat 148 yang bebunyi :

لَا يُحِبُّ اللَّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلَّا مَنْ ظُلِمَ وَكَانَ اللَّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا

“Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Dalam kitab ibnu katsir Ibnu Abbas menafsirkan ayat diatas dengan berkata : “Allah tidak suka seseorang mendoakan keburukan untuk selainnya, kacuali ia dalam keadaan dizalimi. Allah memberikan keringanan baginya untuk mendoakan keburukan atas orang yang menzaliminya. dan itu ditunjukkan oleh firman-Nya, “Kecuali oleh orang yang dianiaya.” (namun), jika bersabar maka itu lebih baik baginya.

Doa Dijauhkan Dari Orang Zalim dan Berbuat Zalim

Ada beberapa amalan doa yang bisa kita praktikan dalam melakukan aktivitas sehari-hari yang mana amalan tersebut bisa menjaukan diri kita dari melakukan perbuatan zalim dalam islam dan menjauhkan kita dari orang yang ingin menzalimi kita.

Amalan tersebut adalah membaca Do’a Al-Ma’tsurat disetiap pagi dan petang. Ada banyak sekali keutamaan yang bisa kita perloleh ketika kita mengamalkan amalan yang satu ini. Diantara keutamaannya adalah Allah akan senantiasa melindungi kita dari marabahaya orang zalim dan ancaman yang bisa membahayakan kita.

Mudah mudahan kita semua dilindungi oleh Allah dari orang-orang yang ingin menzalimi kita dan juga Allah menjauhkan kita dari melakukan perbuatan zalim.

Baca Juga : Kisah Aisyah RA

Demikianlah pembahasan pengertian zalim dalam islam, jika ada kesalaha dalam pengambilan dalil mohon dimaafkan dan dibenarkan dengan menulisnya di kolom komen. Jangan lupa Share artikel kami. Kami cukupkan sekian dan terima kasih banyak atas waktunya. 😀

Satu pemikiran pada “Pengertian Zalim Dalam Islam Serta Doa Orang Terzalimi

Tinggalkan komentar